RSS

Short story


Jane, adalah seorang anak yang sangat pemalu dan pendiam, tetapi dia sangat suka berolahraga. Ketika sedang berolahraga, Jane seolah-olah berubah menjadi sosok lain yang sangat keren dan tangguh. Tidak jarang dia membuat teman-temannya heran karena terdapat perbedaan karakter yang ada pada diri Jane.

Jane mempunyai beberapa sahabat karibnya di sekolah. Mereka berjumlah 4 orang, terdiri dari Jane, Chika, Chilli, Jolie. Mereka mulai berteman sejak SMP hingga SMA sekarang. Masing-masing dari mereka mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri. Jane yang pemalu namun jago dalam berolahraga terutama dalam olahraga basket, voli dan bulutangkis. Hampir semua jenis olahraga dikuasai oleh Jane.

Teman sekelas Jane bernama Dylan menyapanya,”Hi, Jane.”

Jane menjawab dengan malu-malu,” Hi Dylan.”

Kemudian Dylan berkata lagi,” Jane, apakah kamu punya waktu? Hari Sabtu besok rencananya aku dan teman-teman lain mau bermain basket di lapangan dekat rumahku. Kamu bisa ikut?”

Lalu Jane langsung menjawabnya dengan penuh semangat dan percaya diri,” YA. Aku mau.”

Reaksi Jane membuat Dylan terkejut namun memang begitulah Jane, dia memang pemalu tetapi kalau sudah terkait dengan olahraga maka seolah-olah dia berubah menjadi sosok yang percaya diri dan pemberani (bertolak belakang dengan sikapnya yang pemalu itu).

Di sisi lain ada Chika yang hobinya menonton film dan suka mengkhayal. Berbagai jenis film ditonton olehnya namun jenis film yang paling dia sukai adalah genre romantic comedy. Saat Chika nonton film romantis seperti filmKoreamaka dia suka berkhayal seolah-olah dirinya adalah tokoh wanita utamanya.

Lain hal dengan Chilli, sesuai dengan namanya memang dia suka sekali makan semua makanan yang pedas. Chilli senang sekali mengikuti lomba makan makanan pedas di restoran terutama dia tergiur juga dengan hadiah yang ditawarkan oleh restoran tersebut.

Chika, Jane, dan Jolie datang menghampiri Chilli yang sedang menikmati makanannya.

Chika berkata kepada Chilli,” Chil, kita mau ke mal nih. Mau ikut ga? Lumayan jalan-jalan buat refreshing aja.”

Chilli bertanya,” Kira-kira mau ngapain aja di sana?”

Jane menjawabnya,” Ehm, mungkin makan, jalan-jalan, nonton.”

Chilli yang mendengar bahwa mereka berencana untuk makan di mal langsung menjawab,” OK. Aku ikut.”

Setelah di mal mereka semua merasa lapar terutama Chilli yang nafsu makannya besar tetapi badannya tetap saja tidak bisa gendut-gendut.

Chilli langsung berkata,” Guys, ayo kita makan. Laper nih!! Tapi makan di tempat GOHANA aja ya. Ada ramen yang pedes banget disana. Lagian juga aku bisa ikut tantangan makan ramen yang pedes. Kalau bisa menang aku bisa gratis maka ramen 1 porsi. HAHAHA.”

Chika, Jolie, dan Jane langsung saling berpandangan dan menggelengkan kepala mereka. Akhirnya mereka setuju dengan ide Chilli untuk makan di GOHANA.

Jolie, dia mempunyai selera makan yang sangat berbeda dengan Chilli. Jolie tidak bisa makan terlalu banyak dan juga dia tidak suka pedas. Jolie akhirnya hanya memesan makanan yang tidak pedas dan dia tidak bisa menghabiskan makanannya karena porsi yang diberikan terlalu besar untuk dirinya. Dibanding dengan teman-temannya, Jolie adalah anak yang paling rajin karena dia sangat suka membaca bermacam-macam buku. Dia juga sangat kreatif dalam membuat berbagai jenis kreatifitas seperti menggambar, mengedit foto, membuat puisi dan cerpen.

Akhirnya mereka selesai makan, dan langsung pergi ke bioskop untuk melihat-lihat apakah ada film yang bagus untuk ditonton. Pada saat itu ada satu film yang membuat Chika ingin sekali menontonnya karena memang filmnya bergenre romantic comedy. Mereka semua memutuskan untuk menonton film pilihan Chika itu, kemudian mereka mengantri untuk membeli tiket (karena memang banyak banget yang nonton tuh film).

Saat mereka mengantri, Jolie melihat ada teman sekelas mereka yang bernama Dylan. Jolie memberitahu teman yang lainnya.

”Eh teman-teman ada Dylan tuh di sana.” kata Jolie.

Dylan memang sosok pemuda yang ganteng, keren, tinggi, dan memiliki postur tubuh yang ideal walaupun kulitnya tidak putih melainkan kecoklat-coklatan.

Chilli sangat menyukai tipe cowok yang seperti Dylan dan dia merasa sangat senang.

Kemudian Chilli menyapa Dylan sambil tersenyum,” Hi Dylan.”

Dylan menoleh dan menjawab,”Oh hi.”

Chilli bertanya lagi dengan penasaran,” Mau nonton film di studio berapa? Ke sini sama siapa?”

Dylan tersenyum dan menjawab,” Oh aku kesini bareng teman-temanku yang lain. Mereka sedang duduk dan ada juga yang sedang membeli popcorn jadi aku disuruh ngantri. Aku mau nonton film yang di studio 1.”

Chilli langsung menjawab dengan ekspresinya yang sangat senang,” Oh berarti kita sama ya. Aku juga mau nonton film yang di studio 1.”

Dylan hanya tersenyum, dan tak lama kemudian Dylan melihat ada Jane di sana yang tertutup oleh tubuh Chilli yang memang lebih tinggi dari Jane.

Dylan kemudian menyapa Jane dan bertanya dengan basa basi,” Hi Jane. Kamu juga ikut nonton?”

Jane kemudian menjawab dengan malu-malu,” Ya, aku ikut teman-temanku nonton.”

Chilli yang melihat hal itu langsung berubah ekspresi wajahnya dan dia langsung bertanya kepada Jane,” Apakah kamu menyukai Dylan?”

Jane kaget mendengar pertanyaan dari Chilli dan kemudian dia menjawab,” Oh tentu saja tidak. Level Dylan tidak cocok denganku, dia terlalu sempurna.”

Chilli kemudian berkata,”Baguslah kalau begitu. Karena aku menyukai Dylan dan aku akan membuatnya menyukaiku.”

Kata-kata Chilli membuat teman-temannya sedikit terkejut tetapi kemudian mereka tertawa.

Chilli bingung dan bertanya,” Kenapa kalian tertawa? Apa ada yang salah dengan perkataanku? Apa ga boleh kalau aku optimis dan berusaha?”

Jane menjawab,” Ga kok. Boleh-boleh aja. Tapi kami hanya merasa lucu melihat ekspresimu saat berkata begitu.

Chilli yang mendengar penjelasan dari Jane tetap merasa kesal dan dia ngambek dengan mereka karena dia berpikir mereka terlalu meremehkan kemampuannya.

Jolie menyadari kalau Chilli ngambek dan kemudian dia mendekati Chilli sambil berkata,” Chilli Chilli hobimu memang aneh, selain suka makan pedas tetapi juga suka ngambek ya. HAHAHA. Sudahlah ga usah ngambek lagi kita minta maaf deh kalau memang menyinggung kamu. Tapi beneran deh, ga ada maksud apapun. Itu semua hanya refleks saja.”

Chilli mengangguk dan berkata,” Ya baiklah.”

” Eh teman-teman, ayo kita beli popcorn dulu. Lumayan sambil nonton sambil makan popcorn. Kita beli yang ada paketnya aja yang udah plus sama minuman.” tiba-tiba terdengar suara dari Chika.

Jane bilang,” Ok deh. Ayo kita beli. Kita beli 2 paket aja, jadi bisa makan barengan. Kalau minum kita minta sedotan aja satu lagi. Sayang kan kalau ga bisa habis makanannya.”

Yang lainnya mengangguk setuju dan mereka langsung ke counter makanan di bioskop dan memesan 2 paket popcorn plus minuman. Setelah itu tidak lama kemudian terdengar suara FILM DI TEATER 1 TELAH DI MULAI, PENONTON YANG MEMILIKI KARCIS DIHARAPKAN UNTUK MEMASUKI RUANGAN TEATER SATU.

Chika langsung berdiri dan mengajak teman-temannya untuk cepat-cepat masuk sebelum filmnya diputar karena Chika tidak mau ketinggalan sedikitpun cerita dari film tersebut.

 

Sesaat setelah menonton bioskop

 

Chika merasa senang karena memang film pilihannya itu bagus, tetapi berbeda halnya dengan Chilli yang merasa kalau film itu hanya biasa-biasa saja.

”Bagus ya filmnya.” kata Chika bersemangat.

”Ga bagus-bagus amat kok. Menurut aku biasanya aja.” kata Chilli.

Chika terlihat kecewa dengan jawaban dari Chilli, namun Jane berusaha menghiburnya dan berkata,” Lumayan bagus kok filmya. Ya kan Jolie?”

Jolie langsung menjawab dengan tersenyum,” Ya Chi, bagus kok filmnya. Udah kamu ga usah terlalu dengerin omongannya Chilli.”

Mereka pun langsung bergegas pergi dan keluar dari bioskop, namun ditengah jalan mereka kembali bertemu dengan Dylan dan juga teman-temannya.

Dylan kemudian menyapa duluan dan berkata,” Hi semua.”

Chilli langsung kembali bersemangat dan berkata,” Hi juga Dylan. Menurut kamu filmnya bagus ga? Filmnya ga terlalu bagus menurutku, ya tapi lumayanlah.”

Dylan lalu menjawab,” Ehm, menurutku lumayan bagus karena ada pesan moral juga yang bisa kita ambil dari film ini. True love never change.

Chilli yang mendengar perkataan dari Dylan merasa sangat malu dan kemudian sedikit salah tingkah.

”Oh ya, kenalin ini teman-temanku. Yang ini Jay, Rain, Justin, dan Ken.” Dylan memperkenalkan teman-temannyasambil menunjuk satu-satu ke arah mereka.

Jane, Jolie, Chilli, dan Chika saling berkenalan dengan teman-teman Dylan.

Justin kelihatannya merasa sedikit tertarik dengan Chilli yang kata-katanya blak-blakan itu. Menurut Justin itu membuatnya penasaran. Setelah berkenalan akhirnya mereka pulang masing-masing. Dylan dan teman-temannya pulang naik motor mereka dan Jane beserta teman-teman naik mobil yang dikendarai oleh Jolie.

 

To be continued….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: