RSS

Sherlock versi Kontemporer

25 Aug

“I’m not a psychopath, I’m a high-functioning sociopath; do your research.”

Itulah ucapan dari Sherlock Holmes kepada seorang petugas forensik yang mengomentari Sherlock sebagai seorang psikopat. Sherlock yang saya maksud di sini berada di dalam serial televisi buatan tahun 2010 yang diputar di BBC One/BBC HD. Serial yang baru dibuat 3 episode ini merupakan kreasi dari Steven Moffat dan Mark Gatiss (Gatiss juga ikut berperan sebagai Mycroft Holmes, kakak dari Sherlock). Di serial ini Sherlock Holmes diperankan oleh Benedict Cumberbatch, sementara Dr. Watson diperankan oleh Martin Freeman (pemeran Arthur Dent di film Hitchhiker’s Guide to the Galaxy).

Walaupun saya menyukai cerita bergenre detektif, terus terang saya tidak pernah membaca satu pun buku Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle ini. Saya mengetahui Sherlock hanyalah dari referensi-referensi buku lain, seperti misalnya Trio Detektif yang diciptakan oleh Robert Arthur, Jr. di kisah Misteri Nuri Gagap, yang menyebutkan petunjuk “To to to be or not to to to be, that is the question”, yang ternyata merupakan sebuah alamat, mirip alamat rumah Sherlock di 221B Baker Street.

Film tentang Sherlock yang pertama saya tonton adalah Sherlock Holmes buatan tahun 2009, yang dibintangi oleh Robert Downey, Jr. dan Jude Law sebagai Dr. Watson dan disutradarai oleh Guy Ritchie. Di film ini kita mengenal Sherlock sebagai tokoh yang cenderung arogan, suka mengurung diri di kamar, namun jago bela diri dan memiliki kemampuan deduksi yang tinggi. Sementara itu Dr. Watson, kolega sekaligus sahabat Sherlock, digambarkan sebagai veteran perang dengan ciri khas selalu terlihat membawa tongkatnya, yang juga berfungsi sebagai pedang.

Blog Watson berubah fungsi menjadi catatan pemecahan kasus Sherlock Holmes.

Serial televisi Sherlock di BBC ini menggambarkan Sherlock Holmes yang relatif lebih ekstrim. Sama-sama ahli bela diri, namun jauh lebih arogan, mudah sekali bosan karena kemampuan berpikirnya yang cepat dan sangat tinggi, dan bahkan menyebut dirinya sebagai sosiopat, yang mendefinisikan kondisi kejiwaan antisosial yang miskin empati, sehingga bisa sangat fokus memecahkan sebuah kasus kejahatan. Jika di Sherlock versi Robert Downey, Jr. hidup di masa tahun 1891, maka Sherlock versi Cumberbatch ini hidup di masa kini, bersenjatakan teknologi seperti internet nirkabel, mesin pencari dan peta online, bahkan memiliki sebuah situs internet bernama The Power of Deduction.

Dengan alasan agar bisa fokus, Sherlock bisa menahan diri untuk tidak makan, karena menurutnya proses mencerna makanan hanya akan memperlambat proses berpikirnya. Jika di karya asli Sir Arthur Conan Doyle Sherlock digambarkan suka mengisap pipa, maka Sherlock versi modern ini menggunakan sekaligus tiga buah nicotine patch. Hanya saja, untuk orang sekaliber Sherlock, dia tidak tahu bahwa bumi mengitari matahari! Sherlock beralasan, bahwa dia hanya butuh ilmu pengetahuan yang bisa dipergunakan untuk memecahkan kasus kejahatan, sementara ilmu astronomi dia pandang tidak berguna untuk hal ini. Sebuah cara pandang eksentrik dan hampir saja membuat Sherlock gagal memecahkan sebuah kasus, karena ternyata ilmu astronomi juga dibutuhkan untuk memecahkan sebuah petunjuk berdasarkan penampakan sebuah komet.

Dr. Watson yang diperankan oleh Martin Freeman ini awalnya digambarkan pincang karena terluka saat perang, sehingga membutuhkan tongkat untuk berjalan. Namun Sherlock berhasil memancing Watson untuk mengejar seseorang yang dicurigai, dan bisa berjalan dan bahkan berlari dengan normal walaupun lupa membawa tongkatnya. Mycroft Holmes yang mempunyai kemampuan deduksi yang lebih tinggi ketimbang Sherlock bahwa pincang maupun tangan yang suka gemetar dari Watson bukanlah akibat trauma perang, melainkan karena tidak adanya lagi tantangan aksi buat Watson.

Setelah bertemu dengan Sherlock dan menjadi koleganya, baik pincang maupun tangan gemetar Watson menghilang dengan sendirinya, walaupun itu juga berarti ciri khas Watson yang selalu membawa tongkat menjadi hilang. Pada awalnya psikolog yang menangani Watson memintanya untuk menuliskan sebuah blog, yang diharapkan bisa menyembuhkan trauma perangnya, namun akhirnya blog Watson berubah fungsi menjadi catatan pemecahan kasus Sherlock Holmes.

Baru ada 3 episode Sherlock versi modern ini, dan sejauh ini saya sangat menyukainya; tempo yang cepat, diselipi dengan aksi dan humor (seperti Sherlock yang tidak tahu soal astronomi) dan misteri yang hanya terpecahkan menjelang akhir, membuat serial televisi ini sangat menarik untuk ditonton. Kabarnya kelanjutan serial ini sudah disetujui, semoga saja kelanjutannya akan tetap menarik dan tidak membosankan.

 
Leave a comment

Posted by on August 25, 2010 in entertain, information

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: