RSS

Banyaknya pemain muda Jerman

12 Jul

Datang sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan, Jerman pulang dengan gelar peringkat tiga di Piala Dunia 2010 setelah mengalahkan Uruguay 3-2, Minggu dini hari. Memang bukan prestasi terbaik — karena orang hanya akan mengingat juara di Piala Dunia — tapi melihat pemain yang dibawa serta perjalanan mereka menuju empat besar, Jerman pantas diberikan dua jempol.

Pelatih Joaqium Loew membuat keputusan berani dengan membawa Panser-Panser muda ke Afrika Selatan. Di bawah mistar ada Manuel Neuer (24 tahun), di belakang Marcell Jansen (24), Dennis Aogo (23), Serdar tasci (23), holder Bastuber (21), Per Mertesacker (25), Jerome Boateng (21), bahkan kapten Philipp Lahm (26).

Lapangan tengah diisi talenta seperti Sami Khedira (23), Bastian Schweinsteiger (25), Mesut Oezil (21), Toni Kroos (20), dan Marko Marin (21). Sedangkan di depan, top skorer Miroslav Klose (32) tahun memang akan tampil di Piala Dunia terakhirnya. Tapi Loew masih punya Lukas Podolski (25), Mario Gomez (25), dan terutama Thomas Mueller (20 tahun).

Dengan usia yang rata-rata masih muda, kematangan sudah ditujukkan para pemain Jerman. Tak ada rasa cangkung atau takut menghadapi tim yang dihuni pemain senior macam Australia, tim dengan segudang selebritas lapangan hijau milik Inggris, atau pemain-pemain bintang di tim Argentina. Gawang ketiganya diberondong masing-masing empat gol. Tak ada yang percaya.

Menghadapi Uruguay, satu kekuatan lain ditunjukkan Jerman, tak mudah panik. Gol awal Mueller (menit ke-19) dibalas Edison Cavani (28) dan Diego Forlan (51) yang membuat Jerman tertinggal. Namun ketenangan, tetap tampil dengan strategi yang diterapkan Loew, membuahkan hasil. Gol Jansen (56) dan Khedira (82) menutup pertandingan dengan skor 3-2 bagi Jerman.

Rasanya inilah salah satu kelebihan Jerman dibandingkan tim-tim lain di dunia, pantang menyerah, terus memborbardir pertahanan lawan sampai peluit tanda akhir pertandingan benar-benar dibunyikan wasit.

“Ketika tertinggal, Anda bisa lihat kekuatan tim ini, kami mampu bangkit. Sang juara bangkit lagi, kini kami punya kesempatan lagi. Kamu punya semua alasan untuk puas dengan hasil ini, tak perlu kecewa. Kami akan pulang dengan kepala tegak,” kata Loew.

Hasil ini memang menjadikan Jerman “spesialis” peringkat tiga setelah 1934, 1970, 2006, dan sekarang 2010. Tapi Jerman sudah menunjukkan penampilan yang mengejutkan, segar, menarik, menghibur, dan luar biasa selama di Afrika Selatan.

 
Leave a comment

Posted by on July 12, 2010 in hobby, sport, information

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: